there are

August 26, 2010

what's wrong with my stomach

puasa gini biasanya biasa biasa aja nih si perut tp entah kenapa dari kemaren rasanya melilit kaya yg diperas gt.
-,-a
apa ini akibat kecapean?
maag gw kambuh?
atau gara2 konsumsi obat cataflam yg mungkin terlalu hard dosisnya?
hadehh sakitt sob !

August 23, 2010

hari pertama

wowwwww ketemu temen temen baru di UNJANI
anak anak TI asik asik
apalagi ada seniornya yg charming bgt hhaha

August 21, 2010

memori 20 agustus 2007

Bandung (setiabudi),20 agustus 2007

3 tahun lalu saya masuk ke dunia baru,dunia dimana kata orang awal mula pola pikir tingkah laku dan wawasan terarah ke jenjang lebih luas dan dewasa.
SMA.
ya SMA,awalnya krn keterlambatan cari+daftar SMA negeri jadinya saya terjun ke sma swasta di kawasan setiabudi tepatnya di komplek UPI,SMA Labschool UPI.
yg aslinya culun blah bloh ga tau apa apa,ga kenal siapa siapa nyoba buat penyesuaian ego.
Frisca Noviani jd teman pertma saya disana.
kayanya awal pmbuka cerita ckup dsitu aja.
intinya tuh 'memori 20 agustus'
ga akan terlupa.tepat hari ini 3 tahun berlalu.
sisa senang bahagia aneh ga enak sedih kesel terasa lagi.
20 agustus 2007 seorang pria jangkung gede brpenampilan biasa aja tp senyumnya itu lho :p haha manis bgt :D.
DIA SELY.
ya dia yg pertama bikin saya ngerasain apa itu perhatian,apa itu kasih syg,apa itu RASA ? !!
waktu itu kalo ga salah skitar jam8 maleman dian bkin saya bingung sm pertanyaannya?
--haduh sy blm ngafalin '.'a--haha
isi pertanyaannya RAHASIA ngahahaha :DD.
pkoknya hari itu momen yg paling bkin bingung?hrus jwb apa?da ga ada di buku pelajaran..
hehe
intinya he was showed his feeling :p
oh damn itu cuma memori aja ko cukup dikenang dan jadiin pengalaman,entarnya bisa jadi history buat dicertain ke anak cucu whohoho.

20 agustus 2010.
without him or anyone i'm still vivi ! no one can change my life likes him did to me but im sure i'll find and meet with another ..the best one!
so long 20th august '07 :h

August 09, 2010

aneh

rasa apa ini?
ketika semua harap mungkin kan jadi nyata
seperti jatuh dari menara tertinggi
lalu bangun dan jatuh lagi dari menara tertinggi hingga ke dasar samudra
tak tahu apa yang terjadi
tapi sakit
disini
ya
disini
entah dimana pastinya
tapi ku tak mampu berucap
hanya tetesan beningnya air dari kedua penglihatanku yang memaksa keluar
tak tahu pasti yang ku rasa
namun semua nya menyakitkan
kini aku tetap masih dan akan terkubur disini
tanpa raihan tangan seorang
aneh

August 07, 2010

tuntutan jawaban

Tuntutan Jawaban

Andai air sunyi basuh sanubari
Mungkin kan tenang ...

Diam bukan ku tak tahu
Tapi
Bosan tuk memperhatikan

Tersesat...

Putih kosong tak tersisa
Waktu tercipta tuk batasi kehidupan
Adakah kehidupan yang batasi waktu ?



Diam ...
Sunyi ...

Perlahan menerangi
Sunggguh ku tak tahu itu
Dimana semua ‘kan berakhir ?

kenang

Kenang

Indahnya waktu tanpa batas dan sesalan
Bergulir bak roda tiada berpedal
Andai bisa kuhentikan untuk sesaat saja
Mungkin ‘kan ku tatap cerita dunia
Tertawa dan tersenyum lagi
Menari dalam lantunan hidup yang damai
Bersuka cita dalam harap dan asa
Merangkul seluruh keindahan semesta
Dan mengabadikannya dalam memori tanpa batas ...

satu harap tlah sirna

Satu Harap t’lah Sirna

Sepi ...
Dihiasi bayang – bayang cinta yang harusnya dilupa
Sesakkan hidup karena jeratan kenangan itu sendiri
Semakin kucoba melupakan
Semakin ku tersiksa
Semakin ku mencintanya

Andai semua itu kurasa lagi ...
Tapi
Aku telah lama mati
Menanggung kehidupan yang ia tinggalkan
Bahagia bersama cinta dengan yang lain
Karena aku sudah mati
Tuk merasakannya lagi ...

di bawah alam sadar

Dibawah Alam Sadar

Alazon bertahta dibawah logika
Dalam hanyutan dosa tiada akhir
Lemahkan kesadaran
Dari kepiawaian dunia mimpi
Dan menjelma merusak pikiran stabil
Sebagai penyesak nafas – nafas terdesak
Terekam dalam memori

Lalu ...

Secara tak sadar aku bernaung
Dalam kemunafikanku sendiri
Tanpa berkutik, semua sudah jadi nyata
Mendeskriminasi atas apa yang dirasa
Problema tiada henti
Menjadi benteng dalam kehidupan tanpa warna
Mediatorpun ikut ambil alih
Tuk binasakan semua rasa tercipta

Tetap diam ...

Walau kenyataannya pahit
Semua rasa ...
Semuanya terbunuh oleh kepuasan
Dan akhirnya
Berlabuh diujung kesadaran
Menjadi keadaan yang tak pernah terlupakan ...

bla bla bla

KAPITALISASI

Propaganda yang tak sepaham
Membangun benteng bertembok kekerasan
Kecaman yang tak mungkin dielakkan
Mentaati peraturan yang tak sepantasnya
Globalisasi mengekang keharusan
Dalam naungan ego tanpa kepuasan
Menjelma lalu bergerak ...
Menyaksikan lautan darah
Menghempas sanubari
Menggertak cucuran air mata
Memaksa keluar

maaf

Maaf

Ucap kata tak terduga
Nyata lukai hatimu
Ucapku gores pikiranmu
Selalu dan terus membelenggumu
Ku tatap coba asamu
Namun,
Semua hanya retakan akan ulah sifatku ...
Hancur rasa terngiang ucapmu,
“ Ku rasa kau tak bahagia bersamaku “
Satu ucap jelas gugahkan kedewasaanku
Tak pernah terduga akan sakitmu karena diriku

Mama ...
Maafkan aku !

mana tau?

Mana tau ?

Disini pikirku tak pernah ada
Bosan lari,menjauh, dan hilang
Ini itu kupikir tak ada ...
Dimana jam 12 tepat itu ?
Aku tak sedang membicarakan suatu konsep
Melainkan menata ulang sebuah pikiran
Jauh dari itu
Aku berpikir lagi
Sekali lagi semua itu tak pernah ada

penat

Penat

Sengatan jiwa mengepul hampir padam
Dari pagi buta menjelang satu malam
Raihan kata tak pernah sampai kalam
Guritan kapal otak terjaring tertumpuk pandangan

Kapan harus memulai ?
Dari mana dimulai ?

Bingung ...

Air nan jernih tapi menyesakkan
Mengalir di kedua pipi tak terhenti
Sampai kapan harus begini ?

secercah angan

Secercah angan
Kalu saja waktu dapat diputar cepat ...
Rasa semua takkan terjadi hari ini
Dalam lari hal terindah membumbung kian tak sadar
Seperti aku ini, Tak hinggap di hari cerah !
Lama berdiri
Bosan tuk membaca hari ...
Sambut alang-alang di ayunan mimpi
Jadi nyata ...
Tak seindah menari dengan bulan
Tersiram sedih luka serang gurauan
Tak pernah sadar akan bahagia
Namun itu benci
Menganga menjorok ke lautan sepi
Dalam hinaan tanpa seorang menjadi kaku
Dihinggapi takut seakan akan
Akan mati dalam kemilu tak pernah padam ...

ilusi

Ilusi pikiran
Bukakan mimpi !
Bukan !
Bukan harapan !

Enyahlah disesorot lilin

Jangan tatap padaku !
Bukan !
Bukan salah !

Seuntai tali sepi kedinginan dalam runtuhan kecewa
Pilu ini meggali sumur mimpi
Perangaipun hilang jadi palsu
Mungkin aku mencari tidur
Barangkali kau mencari bangun
Terima kembali sasaran akan hilang
Munkin bola itu bulat
Sebulat apa ?
Sekotakkah ?
Atau hanya maya dalam pesona ?

Tak pernah pecah
Berantakan lagi ...

aku ini ADA

Aku ini ada


Dari itu sadari semua hanya semu
Cuma berlomba tuk menjual harga diri
Apapun caranya
Apaun bayarannya
Demi adanya penerimaan


ADA ...

menerpa bayang semu

Menerpa bayang semu
Perlahan berlari capai retak tak berarti
Jemu tuk merubah
Keadaan tak mungkin searah
Perangai kan bunuh semua
Tapi tak pernah inginkan dunia
Rapat merapat tak ‘kan mungkin celah ‘kan ada
Ku ingin berlari !
Meski berat itupun tak ada arti
Ku ingin menangis !!
Meski tertahan rasa bengis
Ku ingin mati !!!
Meski hiduppun inginkan ku mati
Walau sengsara,
Jangan pernah kau rendahkan pandanganmu !
Karena semua ku ingin pergi jauh dari pandanganmu !
Untuk itu jangan sekalipun kau panggil aku !!!

kecewa

kecewa
Semua kata diucap sudah
Kala jujur merajut
Tak satupun terpagut
Salah buat garis pembatas
Demi kelaparan akan egoistis semata
Pelan tanpa sua
Jumpa dan jua
Berujung mimpi menua
Luka ...
Ya ini sebutannya !
Tak ada balutan tutupi itu
Diam sampai sepi
Hening sampai sendiri
Baru pulang
Sungai sakit menyusuri pipi
Disini ...

batas harap

Batas harap
Kala itu aku berjalan sepi
Ditepi malam menepis diri
Ada saat dalam ruang mulai meresapi
Mulai menata menyisir hati
Cuma mimpi andai bisa memegangi
Bahkan ...
Dalam mimpipun tak peduli
Seolah satu salah menghiasi
Tak tahu pasti sendiri
Senja ini tetap tak mengerti
Apa yang mesti dilirik kedalam hati?
Namun kuharap bisa benci ...
Karena semua ini
Menyiksa diri

kembali

Kembali

Saat rasa dengarkan sebuah lantunan
Gugahkan ingatan dalam hanyutan penyesalan
Mungkin itu yang kucari
Selama ini ...
Menyadarkanku dalam angan harap tanpa batas
Kini
Ku kembaliterbangun dalam indahnya cinta
Nyata tanpa reka
Buatku terus tersenyum dalam alunan mimpi
Memimpinya,
Jadi milikku ...

f a t a m o r g a n a

fatamorgana

Lagi

Ditemani sepi
Tanpa “musuh” bernama “kawan”

Sinar satu pagi begitu cerah

Diakhiri kecewa untuk tersenyum,

Tetap tersenyum,


Dan tersenyum ...

dalam pilar ku berbisik

Dalam Pilar aKu Berbisik

Tak pasti yang kucari
Harapan penuh tanpa arti
Namun ku masih tak mengerti
Bodohnya diri ini selalu meyakini
Walau pahit,
Tapi indah disini ...
Wahai sang pencuri hati ...
Jangan sampai diri ini menanti
Sepi sendiri terus begini
Kapanpun dimanapun aku disini
Tetap menunggu
Dan memilih yang kucari ...

telusur harap

Telusur harap
Sampai nanti ku terdiam ditepi pelangi
Termangu dalam dekap khayalan tanpa arti
Nyanyikan jeritan rasa
Menggema di asa ...
Namun biru ini tak urung jua pergi
Terus menyongsong harapan
Sementara ...
Yang jadinya seperti seekor semut yang tersesat
Terus berjalan walau itu tak ada gunanya lagi
Namun ku coba menatap jauh dari pikiranku
Bahwa apapun yang kulakukan,
Berarti untuk hidupku
Dan jika ku mau
Aku bisa mendapatkannya
Hanya satu dalam pasti,
SEMANGAT !!!

dibawah alam sadar

Dibawah Alam Sadar

Alazon bertahta dibawah logika
Dalam hanyutan dosa tiada akhir
Lemahkan kesadaran
Dari kepiawaian dunia mimpi
Dan menjelma merusak pikiran stabil
Sebagai penyesak nafas – nafas terdesak
Terekam dalam memori

Lalu ...

Secara tak sadar aku bernaung
Dalam kemunafikanku sendiri
Tanpa berkutik, semua sudah jadi nyata
Mendeskriminasi atas apa yang dirasa
Problema tiada henti
Menjadi benteng dalam kehidupan tanpa warna
Mediatorpun ikut ambil alih
Tuk binasakan semua rasa tercipta

Tetap diam ...

Walau kenyataannya pahit
Semua rasa ...
Semuanya terbunuh oleh kepuasan
Dan akhirnya
Berlabuh diujung kesadaran
Menjadi keadaan yang tak pernah terlupakan ...

Vivi Novia--retrospection: muak

Vivi Novia--retrospection: muak: "Untuk yang Munafik ... Untukmu yang merasa segalanya ... Jangan munafik untuk urusan yang hina Diamlah jangan banyak bicara ! Muak ku men..."

muak

Untuk yang Munafik ...

Untukmu yang merasa segalanya ...
Jangan munafik untuk urusan yang hina
Diamlah jangan banyak bicara !
Muak ku mendengar suara bengismu

Inginku muntah dihadapmu
Tertawa melihat emosimu
Kau bajingan renta beralaskan dosa
Terselimutkan kafan kotor berlumur nanah

Dasar manusia berotak picik !
Hanya nafsu dan ego yang kau pikirkan
Mati saja lah kau !
Duniapun tak inginkanmu ...

suara rasa

Suara rasa
Kalau saja aku dapat tersenyum riang
Mungkin kan senang ...

Suara sepi terus terngiang terus mencari songsongan
Teriakku tak terdengar
Karena semua dalam hati , siapa yang tahu ?
Senyumku punya banyak arti
Kadang sakit ...
Kadang melilit ...

Hanya satu yang tak ku miliki
Bebasnya tersenyum tanpa tapi ...

Berlari menuju yang tak pasti
Aku hanya sendiri
Sudah biasa kuhadapi !
Impianku yang menemani dan terus memperingati

aku tak butuh belas kasihan !
Aku tak butuh komentar !
Aku tak butuh bualan !

Yang kubutuhkan hanyalah pengakuan ...
Aku ini ada ...
Dan aku miliki rasa
Dan kalian bilang itu perasaan ?
Dan kalian tak pernah mengerti
Karena kalian tak pernah merasakan
Terjebak dalam sendiri dan sepi ...
Tapi aku bangga !
Karena ku rasakan semua semua sakit itu
Yang mungkin berguna untuk menolong kalian ...

August 05, 2010

telusur harap

Telusur harap
Sampai nanti ku terdiam ditepi pelangi
Termangu dalam dekap khayalan tanpa arti
Nyanyikan jeritan rasa
Menggema di asa ...
Namun biru ini tak urung jua pergi
Terus menyongsong harapan
Sementara ...
Yang jadinya seperti seekor semut yang tersesat
Terus berjalan walau itu tak ada gunanya lagi
Namun ku coba menatap jauh dari pikiranku
Bahwa apapun yang kulakukan,
Berarti untuk hidupku
Dan jika ku mau
Aku bisa mendapatkannya
Hanya satu dalam pasti,
SEMANGAT !!!